Membereskan Fakultas-ku

10 08 2008

Dalam 2 minggu ini saya ada tugas berat yang memerlukan tenaga, pemikiran dan waktu. Yaitu membereskan fakultas saya.  Membereskan di sini maksudnya, saya betul betul harus menempatkan kaki saya on the ground. Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Dekan. Karena informasi yang cukup ada di level Dekan, bukan level di bawahnya. Jadi ya 2 minggu ini akan menjadi minggu minggu yang panjang untuk saya.

Saya ingin memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi di Fakultas saya selama 5 tahun terakhir dan mengapa saya perlu waktu 2 minggu untuk membereskannya.

Fakultas saya memiliki 8 jurusan yang berbeda. Setiap jurusan mempunya minimal 18-30 matakuliah yang harus ‘dibuka’ atau di tawarkan setiap semester. Kadang, satu jurusan tidak perlu membuka banyak matakuliah krn tidak ada mahasiswa di semester tersebut. Tetapi semester depan, matakuliah tersebut harus di buka juga karena mahasiswa yang ada di semester bawah akan progress/meneruskan ke semester di atasnya. Keadaan menjadi sedikit rumit karena setiap jurusan memiliki Kalender Akademik yang berbeda (untungnya nggak beda jauh). Ditambah lagi dengan banyaknya Dosen yang keluar/berhenti di tengah-tengah semester, maka issue terbesar yang terjadi adalah Man Power atau Sumber Daya Manusia (dalam hal ini Dosen).

Dosen tidak bisa mengajar semua matakuliah, seberapapun pandainya dia. Setiap Dosen mempunyai area of expertise, yang membuat Dosen  bersangkutan memiliki knowledge yang cukup untuk membawa matakuliah tersebut, untuk ‘mencetak’ mahasiswa dengan skill yang baik. Kalau di kaitkan dengan masalah yang saya tuliskan di paragraf atas, maka yang terjadi di fakultas saya 5 tahun terakhir adalah, Dosen A terpaksa mengajar matakuliah yang bukan bidangnya, karena Dosen B yang seharusnya mengajar di bidang itu sudah berhenti/keluar.

Untuk jangka pendek, fakultas masih bisa bertahan, semua matakuliah akan mempunyai dosen, mahasiswa tidak akan protes, tetapi dari segi kualitas..? Karena sesungguhnya Dosen A tidak ‘major’ di bidang itu, Dosen A bukan expert, dia terpaksa mengajar untuk menjaga nama baik fakultas. Matakuliah programming di semester akhir misalnya, tidak bisa di ajarkan secara maksimal krn Dosen yang mengajarnya tidak mempunyai kapasitas untuk mengajar matakuliah di level itu. Akibatnya ya, kualitas mahasiswa yang melenceng dari yang sudah digariskan di dalam Silabus.

Maka lambat laun, selama 5 tahun ini, setiap Dekan menjadi bingung kalau di tanya : Ada berapa Dosen Programming di fakultas mu? Karena dosen Database juga ngajar programming, dosen network juga ngjar programming bahkan dosen information system juga ngajar programming. Dari segi manajemen, hal ini sudah Out Of Control. Kalau mau merekruit Dosen baru, jadinya mau merekruit Dosen bidang apa..? Karena setiap orang akan meng-claim bahwa mereka Dosen Programming tapi di saat yang sama, mereka juga akan meng-claim Database sebagai area of expertise. Jadi setiap Dosen yang ada, akan meng-claim dua bahkan tiga area of expertise. Sesuatu yang tidak boleh terjadi, kalau Fakultas mau menghasilkan lulusan yang baik.

Saya sangat sedih untuk menerima kenyataan bahwa setiap tahunnya, jumlah Dosen yang berhenti di fakultas sangat tinggi. Hal itu dipicu dari keadaan Kolej saya, yang cuma mau menggaji Dosen secara kontrak (maksudnya nggak ada Dosen tetap, semuanya Dosen full time tapi di kontrak 2 tahun, di perpanjang).  Ketika saya tanya, ttg alasan dosen berhenti atau keluar, mereke menjawab ada tawaran dari tempat lain yang lebih bagus biasanya tawaran kerja sebagai dosen Tetap. Karena hal inilah, hampir setiap tahun, satu fakultas kehilangan 5-10 dosen. Bayangkan rumitnya keadaan ini. Kalau Dekan Fakultas tidak pinter2nya membuat Man Power planning dengan baik, bisa dibayangkan bagaimana kualitas lulusan yang di hasilkan oleh Fakultas. Tentunya Employability yang rendah.

Singkatnya, yang saya harus bereskan sekarang ini adalah menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. To put the right man on the right place.

Bagaimana caranya..?

Langkah inilah yang akan saya tempuh, atas nasehat Direktur Akademik I, kalau di kita Pembantu Rektor I.

1. Tuliskan Sub Area di Fakultas. Kalau di saya, saya membagi semua matakuliah di setiap jurusan saya ke dalam 7 sub area yaitu: Programming, Database, Information System, Networking, Internet Technology, Multimedia dan Computer Science.

2. Kelompokkan matakuliah dari 8 jurusan kedalam 7 sub area tersebut. Tuliskan Kode matakuliah, Nama matakuliah, Jurusan, Jumlah jam mengajar dalam 1 minggu dan Nama Dosennya.

3. Tentukan jumlah Dosen yang diperlukan untuk setiap Sub Area, dengan perhitungan yang tepat. Contohnya: Sub Area Programming memiliki 5 matakuliah dari setiap jurusan. Jadi, total jumlah matakuliah programming dari 8 jurusan adalah 5 matakuliah x 8 jurusan =40 matakuliah programming. Kalau setiap matakuliah tersebut memerlukan 6 jam/minggu, maka jumlah jam pertemuan per minggunya untuk semua matakuliah adalah 40 matakuliah x 6 jam per minggu= 240 jam pertemuan/minggu.

Jika Setiap Dosen di fakultas memiliki beban 20 jam perminggu, maka jumlah Dosen Programming yang diperlukan adalah 240/20 = 12 Dosen.

4. Tempatkan Dosen yang ada di Fakultas sekarang ini, ke dalam sub area tersebut.  Apakah jumlahnya 12..? Kalau jumlahnya 12, maka Fakultas tidak memerlukan Dosen Programming lagi. Asumsinya : Setiap semester, 5 matakuliah programming tersebut di buka setiap semester.

Nah, 4 langkah itulah yang harus saya selesaikan dalam 2 minggu. Mengapa saya perlu waktu yang begitu lama..? Karena ya sudah ambaradulnya dokumentasi fakultas saya saat ini, warisan dari para dekan terdahulu. Bukan hanya dosen yang berhenti/keluar masuk fakultas, Dekan dan Ketua Jurusannya juga mengalami hal yang sama, mereka pun berhenti juga. Malah ada Dekan / Ketua Jurusan yang berhenti tanpa meninggalkan apa-apa untuk fakultas. Sungguh tidak bertanggung jawab menurut saya.

Semoga saya bisa membereskan Fakultas saya dalam 2 minggu ini, amiiiiiiiiiin. Doain yaaaaa…….


Actions

Information

Leave a comment