Tanggal 22 November kemarin, say
a memenuhi undangan dari Universiti Teknologi Malaysia untuk datang ke acara Wisuda bagi mahasiswa “Kolej Kerjasama dengan UTM”. Acara tersebut di adakan di kampus UTM, Skudai, Johor.
Saya menyempatkan datang, karena mahasiswa yang di wisuda kali ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan saya. Sejak mereka disemester 1, hingga semester 5, saya selaku Ketua Jurusan kala itu selalu mendampingi mereka, baik dalam pelajaran (saya mengajar mereka setiap semester selama 5 semester) maupun dalam kehidupan pribadi (saya juga bertindak selaku mentor bagi mereka).
Saya masih ingat, di semester 1, ada yang menangis kala itu, karena ‘terkejut’ dengan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi, mana mereka jauh dari orang tuanya (tinggal di asrama Kolej). Mereka sempat merasa ‘home sick’, tidak fokus belajar, tidak tahu bagaimana harus membawa diri, dsb. Saya lah yang membimbing mereka kala itu, memotivasi, menemani belajar di Perpustakaan dan sebagainya. Bahkan saya menyempatkan ‘online’ di Yahoo Messanger untuk memastikan mereka baik2 saja dan membuat tugas2 yang diberikan oleh Dosen mereka hari itu.
Tahun kedua, saya masih mendampingi mereka. Ada mahasiswi yang tahun pertama sangat berprestasi, tetapi di tahun ke dua ini, mundur tajam. Saya yang terus memonitor mereka, sempat memanggil mahasiswi ini dan menanyakan mengapa prestasinya mundur.
Ternyata pelajaran di tahun ke dua kebanyakan teori, sedangkan dia lebih menyukai programming dan matematika. Saya cuma tersenyum, akhirnya saya memakai akal sedikit untuk membantunya. Setiap ketemu saya, baik di jalan, di kampus, di cafe atau di manapun, dia harus menghapal semua materi yang diajarkan pada hari itu. Kebetulan saya cukup arif dengan matakuliah tersebut, jadi saya bisa menanyakan apa saja. Akhirnya, mahsiswi ini lulus tahun ke dua, masuk tahun ke tiga.
Di tahun ke tiga, saya cuma mendampingi mereka selama satu semester saja, yaitu di semester 5. Karena ketika mereka masuk ke semester 6, saya menjalankan tugas sebagai Dekan, jadi waktu saya banyak tersita ke arah tugas2 fakultas. Mereka sempat menangis, saya tidak bisa apa-apa. SMS dan chatting menjadi media saya untuk memastikan bahwa mereka baik2 saja.
Akhirnya, di tanggal 22 November 2008 ini, mereka di wisuda. Saya tidak menyangka, rasa haru saya melebihi tahun2 sebelumnya. MUngkin karena hubungan saya dan mereka yang sudah terlampau erat. Begitu nama mereka di panggil di atas pentas, air mata saya menggenang. Ya Allah, sudah selesai saya tunaikan tugas saya bagi mereka.
Usai acara wisuda, saya beramah tamah dengan keluarga mereka. Ribuan terima kasih dan rasa hormat di sampaikan oleh para orang tua kepada saya. Saya semakin terharu dan menitikkan air mata. Kami ber foto-foto, bersalaman, berpelukan (tentu saja yg perempuan he he he). Hujan deras di Skudai kala itu tidak menghalangi kami untuk saling menyapa dan bergembira.
Saya sendiri punya kejutan yang manis, karena seorang kawan saya, namanya Iffah (asal Indonesia) yang suaminya menjadi Dosen di UTM menyempatkan datang. Lengkaplah kegembiraan saya hari itu. Sungguh 22 November adalah hari yang sempurna. Terima kasih ya Iffah….sayang sekali perjumpaan kita sangat singkat.
Ketika saya berpamitan, saya kembali memandang lekat2 mata mahasiswa/i saya. Masya Allah, mereka sudah di wisuda. Mereka sudah berhasil meraih apa yang diimpikan. Mereka sudah membawa ‘value’ seorang Sarjana yang sudah di tempa untuk menghadapi tantangan hidup di luar sana. Idealnya mereka adalah seorang sarjana yang tangguh, tabah, berketerampilan tinggi dan kompetitif. Dan saya menjadi bagian dari perjalanan mereka. Subhanallah. Semoga Allah melindungi mereka semua, dan semoga Allah menerima hasil kerja saya ini sebagai ibadah di mataNya, amiiiiiiiin.
Wisuda…….. sebuah tanda, tugas kita sebagai pendidik telah selesai. Dan kini saatnya kembali ke kampus, untuk mendampingi mahasiswa/i lainnya, tentu saja dengan tantangan yang berbeda.
Bismillah………
Recent Comments